Dalam rangka mempersiapkan pelaksanaan ibadah haji, Kementerian Haji dan Umrah bersama Pemerintah Kota Medan mengadakan pertemuan untuk membahas berbagai aspek penting, termasuk peningkatan kualitas pelayanan dan dukungan teknis bagi para jemaah. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh aspek operasional berjalan dengan lancar, terutama dalam hal transportasi petugas haji yang menjadi salah satu fokus utama dalam persiapan ini.
Komitmen Pemko Medan dalam Pelayanan Haji
Rico Waas, yang hadir dalam pertemuan tersebut, menegaskan komitmen Pemko Medan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan haji dari tahun ke tahun. Ia menjelaskan bahwa pelayanan yang optimal merupakan wujud keseriusan pemerintah dalam memberikan kenyamanan dan keamanan bagi para jemaah yang akan melaksanakan ibadah haji. Hal ini penting agar masyarakat merasa dihargai dan diperhatikan oleh pemerintah dalam penanganan haji.
“Meskipun setiap tahun pelaksanaan haji berjalan dengan baik, kita harus terus berupaya untuk meningkatkan pelayanan agar para jemaah merasakan kehadiran pemerintah dalam setiap aspek ibadah ini,” ujar Rico Waas. Dalam kesempatan itu, ia didampingi oleh Asisten Pemerintahan, HM Sofyan; Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Baginda; Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Arrahmaan Pane; Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat, Agus Maryono; serta Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Arafat Syam.
Pentingnya Laporan Kendala
Rico Waas juga menekankan pentingnya komunikasi yang baik antara pihak-pihak terkait. Ia meminta agar setiap kendala dalam proses persiapan, termasuk kebutuhan transportasi petugas haji, dilaporkan segera. Hal ini bertujuan agar solusi dapat segera ditemukan dan diimplementasikan dengan cepat dan efektif.
“Jika terdapat kendala, mohon untuk segera disampaikan. Khususnya terkait dengan transportasi dan dukungan teknis lainnya, agar kita bisa mencari solusi bersama,” tambahnya.
Kerjasama untuk Meningkatkan Informasi Pelayanan
Dalam pengembangan pelayanan haji, Kementerian Haji dan Umrah di Kota Medan diharapkan dapat menjalin kerjasama yang baik dengan Pemko Medan. Kolaborasi ini diperlukan untuk memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat mengenai berbagai aspek ibadah haji, mulai dari persiapan dan kelengkapan administrasi hingga hal-hal yang boleh dan tidak boleh dibawa selama pelaksanaan haji.
“Pemko Medan juga siap memberikan informasi kepada masyarakat mengenai jemaah yang akan berangkat haji. Kami akan memastikan bahwa perangkat daerah dan jajaran kewilayahan menjaga dan mengawasi rumah jemaah yang ditinggalkan selama mereka beribadah,” jelas Rico Waas.
Fasilitas Kantor untuk Pelayanan Haji
Selain itu, Pemko Medan juga berkomitmen untuk mencari fasilitas kantor yang representatif untuk mendukung pelayanan haji. Upaya ini akan dilakukan dengan memanfaatkan aset-aset Pemko yang tidak terpakai. Namun, setiap langkah yang diambil tetap harus berdasarkan koordinasi dengan kementerian terkait agar sesuai dengan ketentuan yang ada.
“Kami akan berusaha mencari aset Pemko yang tidak digunakan untuk dijadikan fasilitas pelayanan. Tentunya, hal ini harus melalui koordinasi yang baik dengan kementerian agar tidak melanggar aturan,” ungkap Rico Waas.
Data Jemaah Haji Kota Medan 2026
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Medan, Mhd Bambang Irawan Hutasuhut, menjelaskan bahwa pada tahun 2026, jumlah jemaah haji dari Kota Medan diperkirakan mencapai 1.883 orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 4% merupakan jemaah lanjut usia yang berusia di atas 80 tahun dan mendapatkan prioritas dalam keberangkatan.
Secara keseluruhan, jemaah haji dari Provinsi Sumatera Utara mencapai 5.894 orang yang terdiri dari 17 kelompok terbang atau kloter. Namun, jemaah dari Kota Medan tidak dapat mengisi seluruh kloter secara penuh, yang menunjukkan perlunya koordinasi yang lebih baik dalam pengelolaan kuota jemaah haji.
Harapan Wali Kota Medan
Bambang juga menyampaikan harapannya agar Wali Kota Medan dapat hadir dan melepas langsung kloter pertama jemaah haji yang dijadwalkan masuk Asrama Haji pada 21 April dan diberangkatkan ke Tanah Suci pada 22 April melalui Bandara Kualanamu. Kehadiran Wali Kota dalam melepas jemaah diharapkan dapat memberikan semangat dan dukungan bagi para calon jemaah.
Dukungan Transportasi bagi Petugas Haji
Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut adalah kebutuhan akan transportasi bagi petugas yang bertugas mengantar jemaah ke bandara. Bambang berharap agar ada dukungan dalam penyediaan bus pulang-pergi bagi petugas haji, seperti yang telah dilakukan di beberapa daerah lainnya. Hal ini penting untuk memastikan kelancaran proses keberangkatan jemaah menuju Tanah Suci.
“Kami sangat berharap ada dukungan transportasi, khususnya bus pulang-pergi bagi petugas yang mengantar jemaah ke bandara. Ini adalah langkah yang telah diterapkan di daerah lain, dan kami ingin menerapkannya di Kota Medan juga,” tutup Bambang.
Dengan kerjasama yang baik antara Kementerian Haji dan Umrah serta Pemko Medan, diharapkan semua persiapan terkait transportasi petugas haji dapat terlaksana dengan baik. Hal ini tidak hanya akan meningkatkan kualitas pelayanan, tetapi juga memberikan kenyamanan dan keamanan bagi seluruh jemaah yang akan menjalankan ibadah haji.
