Masjid Musafir Payakumbuh Diluncurkan: Destinasi Ramah Pemudik di Masa Mudik

Salah satu destinasi ramah pemudik telah diluncurkan di Kota Payakumbuh. Masjid Musafir Payakumbuh, sebuah inisiatif yang bertujuan untuk memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi mereka yang sedang melakukan perjalanan mudik. Inisiatif ini dirancang untuk menjadi tempat singgah yang ramah dan nyaman bagi para pemudik, sambil juga menyediakan fasilitas untuk melaksanakan ibadah.
Masjid Musafir Payakumbuh: Sebuah Inisiatif Ramah Pemudik
Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Devitra, mewakili Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, meresmikan inisiatif ini di Masjid Musafir, Kelurahan Kubu Gadang, Kecamatan Payakumbuh Barat. Peresmian ini dihadiri oleh jamaah dan pengurus Masjid Musafir, Kepala Kementerian Agama Kota Payakumbuh, Hendri Yazid dan sejumlah pihak lainnya dari Pemko Payakumbuh.
Devitra, dalam sambutannya, menyatakan bahwa program Masjid Ramah Pemudik merupakan tindakan nyata dari kepedulian pemerintah bersama pengurus masjid untuk memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik. “Program ini ditujukan untuk memastikan bahwa para pemudik yang melintas di Kota Payakumbuh memiliki tempat yang nyaman untuk beristirahat, melaksanakan ibadah, serta memanfaatkan fasilitas yang tersedia di masjid,” tuturnya.
Makna di Balik Nama Masjid Musafir
Devitra juga membahas tentang makna di balik nama Masjid Musafir, yang sangat relevan dengan tujuan program ini. “Nama Musafir ini memiliki makna yang sangat tepat. Musafir adalah orang yang sedang melakukan perjalanan. Maka masjid ini diharapkan benar-benar menjadi tempat singgah yang ramah dan memberi kenyamanan bagi para musafir yang melintas di Kota Payakumbuh,” ungkapnya.
Tahun 1447 Hijriah ini, terdapat 18 masjid ramah pemudik di Kota Payakumbuh yang telah disiapkan dan seluruhnya berada di jalur jalan utama sehingga mudah dijangkau oleh para pemudik. “Semoga keberadaan masjid ramah pemudik ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, sekaligus menunjukkan bahwa masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat pelayanan umat,” tambah Devitra.
Peran Kementerian Agama dalam Program Ini
Kepala Kementerian Agama Kota Payakumbuh, Hendri Yazid, mengungkapkan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya Kementerian Agama bersama pemerintah daerah dalam memakmurkan masjid sekaligus memberikan pelayanan kepada masyarakat. “Dengan adanya program Masjid Ramah Pemudik ini, kita berharap para pemudik dapat beristirahat dengan tenang serta tetap dapat melaksanakan ibadah selama perjalanan,” kata Hendri Yazid. Ia juga mengapresiasi dukungan pemerintah daerah serta pengurus masjid yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan program tersebut.
Komitmen Pengurus Masjid Musafir
Pengurus Masjid Musafir, Basri Latif, menyatakan kesiapan pihaknya dalam mendukung program tersebut dengan menyediakan berbagai fasilitas bagi para pemudik. “Kami dari pengurus Masjid Musafir menyambut baik program ini. Masjid kami siap menjadi tempat singgah bagi para pemudik, baik untuk beribadah, beristirahat sejenak, maupun memanfaatkan fasilitas yang tersedia,” kata Basri.
Program Masjid Ramah Pemudik 1447 Hijriah ini diluncurkan secara serentak di seluruh Indonesia, sebagai bagian dari upaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat selama musim mudik Lebaran. Dengan keberadaan Masjid Musafir dan program ramah pemudik ini, diharapkan para pemudik dapat merasa lebih nyaman dan tenang dalam menjalankan ibadah mereka selama perjalanan.