Pemerintah Provinsi Lampung Siap Bangun Fasilitas Pengering di 500 Desa Sentra Produksi

Fasilitas pengering di desa sentra produksi sedang digarap oleh Pemerintah Provinsi Lampung. Langkah ini merupakan bagian dari Program Desaku Maju, yang ditujukan untuk mengefisiensikan proses produksi dan menghasilkan nilai tambah yang lebih besar bagi petani lokal. Inisiatif ini juga ditujukan untuk mendorong pembangunan berbasis desa dan memperkuat ekosistem ekonomi desa. Berikut adalah penjelasan lebih lanjut tentang rencana ini.

Gubernur Lampung Mengumumkan Rencana Pembangunan Fasilitas Pengering

Menurut Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, pemerintah provinsi berencana membangun fasilitas pengering komoditas di 500 desa sentra produksi sebagai bagian dari Program Desaku Maju. Pembangunan ini bertujuan untuk memberikan daya tawar yang lebih baik bagi petani dan memfasilitasi proses hilirisasi di tingkat desa.

Hal ini juga dimaksudkan untuk memperkuat kerjasama antarsektor dalam percepatan hilirisasi komoditas dan pembangunan berbasis desa. Dengan fasilitas pengering ini, pengolahan pakan ternak, produksi ayam, dan distribusi pangan akan semakin berpusat di desa. Ini adalah bagian dari upaya pemerintah provinsi untuk membangun ekosistem ekonomi desa yang berkelanjutan dan inklusif.

Kekayaan Komoditas Lampung

Provinsi Lampung dikenal dengan kekayaan komoditasnya, seperti padi, jagung, dan singkong, yang menjadi sumber penghidupan bagi sekitar 1,2 juta keluarga, atau hampir 70% populasi di Lampung. Namun, nilai dari komoditas-komoditas ini belum sepenuhnya dimanfaatkan karena sebagian besar masih diekspor dalam bentuk mentah.

“Dengan penyelesaian tata kelola komoditas ini, Lampung dapat meningkatkan kesejahteraannya,” ujar Gubernur. Sebagai contoh, produksi jagung di Lampung dapat mencapai 1,7 juta ton per tahun, tetapi belum didukung oleh sistem pengeringan yang memadai di tingkat desa.

Pemanfaatan Fasilitas Pengering

Gubernur menunjukkan contoh penggunaan fasilitas pengering ini. Jagung yang dikeringkan di desa dapat digunakan sebagai pakan ternak, dan ayam yang dipelihara dan diproses di desa dapat masuk ke pasar lokal. Ini akan mengurangi biaya logistik, meningkatkan pendapatan petani, dan memperkuat konsumsi protein masyarakat.

Selain fasilitas pengering, Pemerintah Provinsi Lampung juga menyiapkan program pupuk organik cair di 2.000 desa untuk meningkatkan produktivitas lahan hingga 15%, serta penguatan BUMDes agar dapat menjadi offtaker komoditas lokal. Saat ini, hanya sebagian kecil dari 2.300 BUMDes yang benar-benar aktif dan tumbuh.

Penguatan SDM dan Dukungan Akademisi

“Ekonomi tidak akan tumbuh jika SDM kita tertinggal. Oleh karena itu, kami membutuhkan dukungan akademisi dan alumni untuk memperkuat pendidikan vokasi desa, penelitian pakan ternak berbasis komoditas lokal, serta pendampingan tata kelola BUMDes,” tambah Gubernur. Dukungan ini akan menjadi kunci keberhasilan pembangunan fasilitas pengering dan program-program lainnya di desa sentra produksi.

Exit mobile version