Pemkab Tanah Datar Laksanakan I’tikaf Eksekutif untuk Perkuat Spiritual di 10 Malam Terakhir Ramadan

Ketika bulan suci Ramadan memasuki sepuluh malam terakhir, momen ini menjadi sangat spesial bagi umat Islam, termasuk Pemerintah Kabupaten Tanah Datar. Pada Jumat malam, 13 Maret 2026, Pemkab Tanah Datar melaksanakan kegiatan I’tikaf Eksekutif di Masjid Nurul Amin Pagaruyung. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk memperkuat hubungan spiritual antar pejabat, tetapi juga untuk mempererat kerjasama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. I’tikaf Eksekutif ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas spiritual para aparatur pemerintah.

Tujuan dan Makna I’tikaf Eksekutif

Sekretaris Daerah Tanah Datar, Abdurrahman Hadi, menjelaskan bahwa kegiatan i’tikaf ini merupakan kelanjutan dari program serupa yang sukses dilaksanakan pada tahun sebelumnya. I’tikaf Eksekutif ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam pelaksanaan tugas-tugas pemerintahan, terutama dalam hal pelayanan kepada masyarakat.

“I’tikaf ini dinilai mampu meningkatkan nilai-nilai spiritual dan kebersamaan di antara para pejabat, yang pada gilirannya akan berdampak positif terhadap pelaksanaan tugas,” ungkap Abdurrahman Hadi. Melalui kegiatan ini, diharapkan para pejabat dapat merasakan kedekatan dengan Tuhan serta meningkatkan kualitas ibadah mereka selama bulan Ramadan.

Peserta dan Rangkaian Kegiatan

Kegiatan i’tikaf ini dihadiri oleh 29 pejabat tinggi pratama setingkat Eselon II dan sekitar 150 pejabat administrator setingkat Eselon III. “Kami berharap pada malam-malam terakhir Ramadan ini, kita dapat meraih keistimewaan, termasuk malam Lailatul Qadar,” tambahnya. Dalam rangkaian kegiatan ini, setelah i’tikaf, akan dilaksanakan tadarus, kajian keagamaan, serta ibadah mandiri hingga waktu sahur.

Pentingnya Memanfaatkan Ramadan dengan Ibadah

Wakil Bupati Tanah Datar, Ahmad Fadly, mengajak seluruh umat Islam untuk memanfaatkan sepuluh malam terakhir Ramadan dengan meningkatkan ibadah, termasuk melaksanakan i’tikaf di masjid. Ia menekankan pentingnya doa dan ibadah untuk meraih keberkahan di bulan yang penuh rahmat ini.

Ahmad Fadly menjelaskan bahwa Ramadan memiliki keutamaan yang terbagikan dalam tiga fase: sepuluh hari pertama penuh dengan rahmat, sepuluh hari kedua penuh dengan ampunan, dan sepuluh hari terakhir adalah waktu untuk pembebasan dari api neraka. “Sepuluh malam terakhir adalah momen yang sangat berharga untuk meningkatkan ibadah, termasuk i’tikaf, agar kita dapat meraih keberkahan serta menemukan malam Lailatul Qadar,” tuturnya.

Refleksi atas Ujian dan Bencana Alam

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati juga menyinggung situasi Kabupaten Tanah Datar yang telah menghadapi berbagai bencana alam besar selama dua tahun terakhir, yakni 2024 hingga 2025. Ia menilai bahwa musibah tersebut dapat dipahami sebagai ujian dari Allah SWT. Namun, ia meyakini bahwa setiap cobaan diberikan sesuai dengan kemampuan umat untuk menghadapinya.

“Dalam dua tahun terakhir, daerah kita dilanda bencana besar. Ini bisa menjadi ujian dari Allah SWT, namun kita harus yakin bahwa setiap cobaan tidak akan diberikan di luar kemampuan kita,” tegas Ahmad Fadly. Ia berharap agar setiap ujian yang terjadi dapat dijadikan sebagai bahan introspeksi bagi seluruh masyarakat.

Momen Introspeksi dan Peningkatan Diri

Ahmad Fadly mengajak semua pihak untuk berfikir positif. Setiap cobaan yang dihadapi pasti memiliki hikmah dan pelajaran berharga. “Mari jadikan ujian ini sebagai momentum untuk bermuhasabah dan menjadi pribadi yang lebih baik ke depan,” tambahnya. Dengan sikap positif, diharapkan masyarakat dapat mengambil hikmah dari setiap peristiwa yang terjadi dan menjadikannya sebagai motivasi untuk memperbaiki diri.

Rangkaian Kegiatan I’tikaf yang Menginspirasi

Kegiatan i’tikaf di Masjid Nurul Amin Pagaruyung diawali dengan tadarus Al-Qur’an yang dipandu oleh H. Zulhelmi. Selanjutnya, terdapat pengajian tasawuf yang disampaikan oleh Buya Zauhamdi Kerajaan Nan Shaleh. Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan ibadah mandiri, sahur bersama, serta salat Subuh berjamaah, yang ditutup dengan penyampaian kultum oleh H. Afrizon. Kegiatan ini tidak hanya memberikan kesempatan untuk memperdalam spiritualitas, tetapi juga untuk mempererat tali silaturahmi antar pejabat di lingkungan Pemkab Tanah Datar.

Dengan pelaksanaan I’tikaf Eksekutif ini, diharapkan seluruh peserta dapat merasakan kedamaian dan keberkahan di bulan Ramadan yang suci ini. Melalui kegiatan ini, Pemkab Tanah Datar menunjukkan komitmennya untuk tidak hanya melayani masyarakat, tetapi juga memperhatikan aspek spiritualitas para pejabatnya. Ini adalah langkah penting dalam menciptakan pemerintahan yang berintegritas dan berlandaskan nilai-nilai keagamaan.

Exit mobile version