Pdt Ependi Bukit Resmi Menjadi Ketua Umum Gereja Sidang Rohu’lkudus Indonesia
Kongres Gereja Sidang Rohu’lkudus Indonesia (GSRI) baru saja berlangsung dengan penuh semangat, di mana Pdt Ependi Bukit secara resmi terpilih sebagai Ketua Umum yang baru. Dalam acara tersebut, peserta diajak untuk mengingat pentingnya bersyukur, terutama dalam konteks pelayanan gereja. Khotbah yang disampaikan oleh Pdt Tammat B Bangun mengingatkan kita akan pesan dari 1 Tesalonika 5:18 yang mendorong setiap orang untuk selalu bersyukur dalam segala keadaan.
Partisipasi dan Dukungan Pemerintah
Kongres ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, termasuk Gubernur Provinsi Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, yang diwakili oleh Dr Agustinus Panjaitan, Kepala Badan Pengembangan SDM Provinsi Sumut. Dalam sambutannya, Dr Agustinus membuka acara secara resmi dan memberikan apresiasi atas pelaksanaan kongres tersebut. Kehadiran para pemimpin gereja dan pejabat pemerintah menunjukkan betapa pentingnya kolaborasi antara organisasi keagamaan dan pemerintah dalam membangun masyarakat yang harmonis.
Komitmen terhadap Kerukunan
Pdt Ependi Bukit, yang kini menjabat sebagai Ketua Umum baru, menyatakan harapannya agar kepengurusan yang baru dapat bekerja sama demi perkembangan GSRI. Ia menekankan pentingnya peningkatan sumber daya manusia dalam gereja dan menyebutkan bahwa tantangan yang ada harus dihadapi dengan semangat kolaborasi. “Kami harus bekerja keras untuk menyebarkan Injil di setiap wilayah,” ungkapnya.
- Pentingnya bersyukur dalam pelayanan gereja.
- Kolaborasi antara pemerintah dan organisasi keagamaan.
- Peningkatan sumber daya manusia di gereja.
- Tantangan dalam menyebarkan Injil.
- Semangat kebersamaan dalam menghadapi kesulitan.
Peran GSRI dalam Masyarakat
Dalam sambutannya, Gubernur Bobby Nasution menekankan bahwa kongres ini bukan hanya agenda gereja, tetapi juga merupakan momentum penting untuk memperkuat peran umat beragama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. “Sumatera Utara adalah rumah bagi beragam suku, agama, dan budaya. Oleh karena itu, kita perlu semangat kebersamaan untuk menjaga kerukunan dan kedamaian,” ujarnya.
Pemerintah Provinsi Sumut berkomitmen untuk mendorong visi Kolaborasi Sumut yang berkah, dengan tujuan menciptakan Sumatera Utara yang unggul dan berkelanjutan. Dalam konteks ini, Bobby berharap GSRI dapat berkontribusi lebih besar sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan moral dan spiritual masyarakat.
Mendorong Toleransi dan Kepedulian Sosial
Pada kesempatan tersebut, Bobby juga mengajak seluruh peserta kongres untuk menanamkan nilai-nilai toleransi, kebersamaan, dan kepedulian sosial dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini dianggap penting untuk menciptakan lingkungan yang harmonis di tengah keberagaman yang ada.
Kepemimpinan yang Visioner
Pdt DR Samuel Ghozaly, dalam sambutannya, menekankan pentingnya pemimpin yang sehat dan berwawasan. Ia mengingatkan bahwa pemimpin harus memiliki kemampuan untuk mengikuti perkembangan zaman, termasuk kemajuan di bidang teknologi. “Belajar adalah kunci dalam pelayanan, dan tidak harus selalu melalui pendidikan formal yang tinggi,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ghozaly menekankan bahwa pemimpin harus siap menghadapi tantangan yang ada, termasuk biaya operasional kegiatan gereja. Ia berharap pengurus baru BPP GSRI mampu bersatu dan bekerja sama, meskipun tantangan dan kendala pasti akan ada.
Visi untuk Masa Depan Gereja
Dr Arnot Napitupulu juga menyampaikan keyakinannya bahwa dengan kepengurusan baru BPP, pembangunan rohani dalam gereja GSRI akan semakin maju. Ia percaya bahwa kerukunan antar anggota gereja akan mendatangkan berkat yang berkelanjutan. Pdt Ependi Bukit menggarisbawahi bahwa kerjasama dan komitmen dari setiap anggota sangat penting untuk mencapai visi tersebut.
Detail Kongres dan Susunan Pengurus Baru
Dalam pelaksanaan kongres tersebut, Dr Rahel Sukatendel bertindak sebagai pembawa acara. Ketua Panitia, Pdt Ir Nenges Ginting, melaporkan bahwa kongres kali ini dihadiri oleh 152 cabang dari seluruh wilayah Indonesia. Tujuan dari kongres ini adalah untuk mengevaluasi kinerja organisasi, merumuskan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga yang lebih baik, serta memilih Ketua Umum untuk periode mendatang.
Susunan pengurus baru BPP GSRI untuk periode 2026-2031 adalah sebagai berikut:
- Ketua Umum: Pdt Drs Ependi Bukit
- Ketua I: Pdt Syamsudin Sembiring SPd MTh
- Ketua II: Pdt Drs Amos Purba
- Ketua III: Pdt Jusia Ginting STh
- Ketua IV: Pdt T Bangun
- Sekretaris Umum: Pdt Ir Nenges Ginting
- Sekretaris I: Pdt Matius Ginting
- Sekretaris II: Pdt Musa Sembiring
- Sekretaris III: Pdt Posan Cibro, STh
- Sekretaris IV: Pdt Leni Surbakti
- Bendahara Umum: Pdt Drs Sada Ukur Sembiring STh MTh
- Wakil Bendahara: Pdt Herman Ginting
- Pembantu I: Pdt Lusius Peranginangin ST MT MEng
- Pembantu II: Pdt Samuel Sitepu
- Pembantu III: Pdt Cristanop Sembiring
Dengan terpilihnya Pdt Ependi Bukit sebagai Ketua Umum baru, diharapkan GSRI dapat melangkah menuju era yang lebih progresif dan kolaboratif, baik dalam internal gereja maupun dalam hubungan dengan masyarakat dan pemerintah. Inilah saatnya untuk bersama-sama membangun masa depan yang lebih baik bagi gereja dan masyarakat.




